KAJIAN PUSTAKA
Judul Buku : Majemen kinerja
Penulis Buku : Dr. R. Agoes Kamaroellah, MSi
Penerbit : Pustaka Radja
BAB III PENGARUH LINGKUNGAN DALAM PENILAIAN KERJA
NUR HASMILA
nurhasmila23@gmail.com
manajemen pendidikan islam
Dalam kajian ini saya akan mengkaji dari buku manajemen kinerja BAB III di mana dalam sub bab nya terdapat 3 bagian yakni pembatasan lingkungan organisasi, pengaruh lingkungan dalam penilaian, dan pengaruh lingkungan organisasi dalam penilaian.
kata kunci : Pengaruh lingkungan dalam penilaian kerja
Lingkungan eksternal memberikan pengaruh pada penilaian kerja dalam organissasi. hasil penilitian menunjukkan adanya hubungna antara organisasi dan lingkungan yang menjelaskan bagaimana lingkungan dapat memengaruhi kinerja organisasi ataupun tentang segi-segi masalah organisasi yang tidak penting. Hasil identifikasi terhadap beberapa aspek penilaian kerja di pengaruhi oleh variabel-variabel lingkungna adalah antara lain standar-standar yang di gunakan untuk menganalisis kinerja, definisi yang tepat tentang kinerja (misalnya dimensi-dimensi kinerja yang dipilih), frekuensi penilaian, hubungan supervisor dengan bawahaanya, konsekuensi-konsekuensi tingkat tinggi ataupun rendah dan penerimaan legitimasi penilaian kerja.
faktor-faktor konstektual mempengaruhi penlai kinerja dalam organisasi yakni faktor proximal yang dimaksud proximal ialah, faktor yang langsung mengenai individu penilaian, sedangkan faktor-faktor distal adalah faktor yang langsung mempengaruhi penilai (misalnya dengan membatasi norma-norma kinerja pengevaluasian) (Cleveland, Morrison & Bjerke, 1986)
Pembatasan Lingkungnan Organisasi
Katz and Khan (1978) mencatat lima aspek lingkungan yang memengaruhi organisasi memunitor dan merespon untuk menjadi efektif, yaitu:
1. nilai-nilai kemasyarakatan
2. lingkungna politik/ilegal
3. lingkungan ekonomi/pekerja
4. lingkungan informasi/teknologi;dan
5. lingkungan psikologi/geografi
Pengaruh Lingkungan dalam Penilaian
Beberapa kemungkinan variabel yang berpengaruh, adalah sebagai berikut:
1). Standar kinerja
Diperkirakan standar-standar yang membatasi antara kinerja baik dan kinerja buruk akan sangat dipengaruhi oleh empat atau lima aspek lingkungan.
2). Frekuensi Penilaian
Nilai-nilai kemasyarakatan akan mungkin mempunyai pengaruh yang lemah terhadap frekuensi penilaian pada organisasi yang mengadakan penilaian.
3). Hubungan penyedia-Bawahan
Nilai-nilai kemasyarakatan akan mempunyai pengaruh kuat terhadap hubungan alami antara para penyelia dengan bawahaanya, khususnya berhubungan dengan memperluas hubungan tersebut autokrasi atau partisipasi.
4). Konsekuensi Penilaian Tinggi-Rendah
Norma-norma dan nilai-nilai kemasyarakatan akan mempunyai pengaruh terhadap konsekuensi penilaian tinggi dan penilaian rendah.
5). Keabsahan Penilaian
Keabsahan dalam hal ini dapat di tunjukkan pada dual hal yaitu, pertama pada tingkat terluas, orang memgaggap evaluasi terhadap kinerja individu merupakan fungsi manajerial yang sah dan sempurna, sedangkan ada pihak lain yang tidak menerima sama sekali gagasan evaluasi kinerja tersebut: kedua, sejulah orang akan menerima suatu sistem khusus kinerja, sedangkan yang lain menolaknya.
lingkungan adalah kompleks, dan aspek-aspek lingkungna yang berbeda dapat menimbulkan pengaruh yang berbeda pada setiap variabel diatas. Lima aspek lingkungan tersebut menurut Katz dan Kahn (1978) adalah sebagai berikut
1.) Lingkungan kemasyarakatan
2.) Pengaruh Hukum
3.) Lingkungna Ekonomi
4.) Pengaruh aspek teknik
5.) Pngaruh Apek fisik
Pengaruh Asepek Organisasi dalam penilaian
Dapat diketahui bahwa konteks internal organisasi lebih menonjol dipasangkan dengan variabel-variabel yang mempunyai pengaruh lebih kuat pada penilai dan penilaian daripada variabel-variabel lingkungan eksternal.
1. konteks dalam organisasi
Magnusson (1981) mencatat bahwa deskripsi dan klasifikasi tentang situasi meningkatkan timbulnya permasalahan. Ia menggambarkan tiga pertimbangan, yaitu sebagai berikut.
a. Unit analisis
b. Waktu dan tempat pengukuran
c. Situasion characteristic
Mischel (1977) meengklasifikasi konteks penilaian kedalam situasi kuat dan situasi lemah, keduanya jelas berbeda. Forehand (1968) menyatakan ada tiga variabel yang berhubungan dengan iklim organisasi, yaitu:
a. Variabel eksternal lingkungan terhadap individu, seperti ukuran, struktur, dan lain-lain.
b. Variabel personal, termasuk kemampuan, kecerdasan dan motivasi anggota organisasi.
c. Variabel hsil termasuk kepuasan pegawai, motivasi dan kinerja.
2. Metode analisis situasi
Ada beberapa cara yang telah dikembagkan yang berguna untuk diterapkan pada konteks organisasi. dengan menggukan prototipe, strategi cantor (1981) untuk menginvestigasi persepsi situasi adalah termasuk:
a. membantu sistem klasifikasi umum yang digunakan untuk kategori situasi dan untuk mendapatkan persetujuan bahwa klasifikasi tersebut menggambarkan suatu herarki;
b. meminta subjek untuk menghasilkan prototipe untuk sitiap kategori dalam setiap klasifikasi;
c. menilai konsensus untuk membatasi kedalaman dan kompleksitas situasi protoripe.
Komentar
Posting Komentar