Analisis kepemimpinan dan inovasi lembaga pendidikan
"Kepemimpinan dan inovasi lembaga pendidikan"
Pemimpin menjadi lokomotif utama perbaikan hidup manusia, yang mana sejatinya kehidupan manusia selalu mengarah pada fase yang meningkat dari waktu ke waktu, dalam konteks individual maupun sosial. Kecendrungan hakiki tersebut mendapatkan penguatan dalam beberapa segi, seperti teologis dan sosiologis. Orang-orang islam umumnya memahami sebuah adagium bahwa "hidup itu harus lebih baik hari ini dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini".
Inovasi (innovation) merupakan suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) , baik itu berupa hasil invention maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Maka demikian inovasi melupakan sesuatu yang dihasilkan oleh orang-orang didalam organisasi, baik itu pemimpin maupun bawahan dalam rangka memecahkan masalah-masalah organisasi.
Inovasi manajemen yang terdalam pesantren akhir-akhir ini menunjukkan kemajuan yang berarti. Hal ini disebabkan oleh kesadaran internal pengasuh bahwa pesantren merupakan lembaga berbasis masyarakat yang tidak mendapatkan sokongan pemerintah, terutama dalam pembiayaan.
Kepemimpinan adalah suatu proses mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah ditentukan dan untuk menekankan fungsi pengarahan terhadap atau anggota organisasi
Kepemimpinan itu sendiri juga memiliki sudut pandang yakni proses dan atribut. Dalam proses, kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan yaitu memperjelas tujuan organisasi bagi para karyawan atau bawahan. Serta dapat mencipta kan suatu budaya produktif terhadapa organisasi. Adapun dari sisi atribut, kumpulan karakteristik dalam diri pemimpin yang dapat didefinisikan sebagai sesorang yang memiliki kemampuan.
Kepemimpinan sendiri harus memiliki sosok yang mampu mempegaruhi perilaku orang lain, sehingga orang-orang yang dipimpinya dapat menerima dirinya dengan layak sebagai pemimpin. Misalnya kepemimpinan dalam pondok Gontor yang dalam pengelolaannya memiliki kerangka nilai-nilai dasar dan luhur.
Kepemimpinan pondok modern gontor harus memenuhi 14 kualifikasi yakni: ikhlas, selalu mengambil inisiatif, maupun membuat jaringan kerja dan manfaatnya, dapat di percaya, bekerja keras dan bersungguh, menguasai masalah dan dapat menyelesaikannya, memiliki integritas tinggi, memiliki nyali tinggi dan tidak takut resiko, jujur dan terbuka, siap berkorban, tegas, cerdas dalam melihat, mendengar, mengevaluasi menilai memutuskan dan menyelesaikan, mampu berkomunikasi
Empat belas poin kepemimpinan pondok Gontor inilah yang menjadi kerangka acuan bagi setiap pemimpin dalam mengembangkan maupun melakukan inovasi-inovasi kelembagaan. Kartono menyatakan bahwa efektifitas kepala sekolah dilihat dari dari bagaimana peran kepala sekolah dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan bawahannya, dan bagaimana kepala sekolah meningkatkan produktifitas bawahannya, dan bagaimana kepala sekolah menjadikan sekolah itu berpartisipasi.
Inovasi dalam pondok
Komentar
Posting Komentar